Jumat, 27 Mei 2016

, ,

Mendidik Anak di Era Digital...Bagaimanakah ??

Tak bisa dipungkiri perkembangan teknologi informasi dan komuikasi yang semakin cepat dan canggih membawa dampak yang serius terhadap perkembangan anak didik dan cara belajar. Dulu kita yang lahir di tahun 1970-an dan 1980-an proses perkembangan diri, mulai dari sikap, tingkah laku, spiritual hanya bisa didapat dari orang tua, dari guru, dan lingkungan yang masih mengutamakan norma dan aturan yang dilandasi nilai-nilai luhur. Belum ada sumber lain yang sangat mempengaruhi cara belajar dan pola pikir.

Tapi sejak generasi tahun 1990-an dan terlebih generasi yang lahir di tahun 2000-an, pola pendidikan dan cara belajar serta penanaman pola pikir begeser sangat signifikan. Cobalah perhatikan anak-anak kita masing-masing di rumah. Bagaiamana cara mereka belajar ? Bagaimana cara mereka bersikap ? Bagaimana cara mereka berucap ? dan Bagaimana aktifitas spritual mereka ? 

Dari banyak pertanyaan tadi, tentulah kita bisa sedikit menjawabnya. Salah satu jawaban yang bisa kita temui adalah dampak dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang tanpa batas. Isitilah kerennya biasa disebut Dampak Digital, sehingga banyak di media sosial anak-anak kita sekarang disebut generasi digital.

Saya sendiri selaku orang yang selama 20 tahun terakhir berkecimpung di dunia teknologi informasi dan komunikasi cukup menyadari hal ini. Pola perkembangan anak yang dipengaruhi oleh dunia digital ini sangat-sangat berpengaruh terhadap perkembangan pola pikir, tingkah laku, dan semua aspek lainnya. Anak-anak lebih suka belajar sambil mendengar musik, sambil nonton dan belajar di luar rumah (warnet*) dengan alasan lebih mudah. Anak-anak berpakaian dengan berbagai gaya mencontoh para artis idola yang mereka tonton di media elektronik.

Lalu dimanakah peran orang tua ?
Menghadapi persoalan ini banyak orang tua yang sebenarnya sadar bahwa aspek digital ini bisa membawa manfaat baik bagi anak-anak. sehingga tidak sedikit orang tua yang "mampu dan berusaha" menyediakan berbagai perangkat digital untuk anak-anak mereka. Begitu juga sang anak pun merasa bangga karena memiliki berbagai perangkat tersebut untuk menunjang gaya digital mereka. 

Sebagaimana diketahui teknologi informasi dan komunikasi bagaikan dua mata pisau. Satu sisi bisa membawa manfaat besar dan disisi lain bisa membawa dampak negatif yang besar juga. Sisi posisi positif perangkat digital adalah dapat membantu segala macam pekerjaan dan memberikan kemudahan. Disisi negatif digitalisasi memberikan dampak yang mengerikan juga. Cobalah lihat dan dengar banyak kejadian yang terekspos di media mengenai pencabulan, pemerkosaan, pencurian, penipuan dan kejahatan lainnya yang diakibatkan karena kemudahan penggunaaan teknologi informasi dan komunikasi. 

Melihat ini bagaimana sikap kita seharusnya ? 
Peran orang tua dalam hal ini memang sangat signifikan. Pengawasan terhadap anak-anak kita yang menggunakan perangkat digital sangat diperlukan. Tapi bisakah kita setiap waktu mengawasi anak-anak kita menggunakan perangkat digitalnya ? Ingat ya... perangkat digital itu bukan hanya handphone...
Lalu ketika mereka di luar rumah bagaimana pengawasannya ? tentu sulit kan...bagaimana ketika di sekolah ? tentu guru yang menjadi pengawasnya. Tapi bisakah guru mengawasi semua muridnya satu per satu ? tentu sangat sulit juga. 

Untuk diketahui sejak kurikulum KTSP diterapkan ada sebuah mata pelajaran yang digunakan khusus untuk mempelajari teknologi informasi dan komunikasi. Mata pelajaran ini disambut dengan antusias oleh dunia pendidikan sejak diterapkan diawal tahun 2003. Dunia sekolah seakan bergairah dengan adanya digitalisasi ini. TIK menjadi pencerah, pembimbing dan penyeimbang pengunaan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam mata pelajaran ini selain diberikan materi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi juga diberikan tata cara pemanfaatannya dengan benar. Di pelajaran TIK anak-anak diberikan apa saja dampak negatif penggunaan TIK dan resiko yang akan dihadapi jika menyalahgunakan TIK. Tapi sayang seribu sayang mata pelajaran ini yang diharapkan sebagai penyaring dan penyeimbang penggunaan TIK didalam kurikulum 2013 ditiadakan dan hanya dianggap sebagai "tools" dan gurunya dijadikan "pembimbing" jika ada murid yang mengalami kesulitan.

Lalu bagaimana menjawab pertanyaan seperti yang ada pada judul tulisan ini ?
Saya mohon pendapat rekan-rekan semuanya untuk menjawabnya dan minimal bisa memberi pencerahan kepada kita semua. Bukankah ini masalah kita semua ? serta tanggung jawab kita bersama.






Continue reading Mendidik Anak di Era Digital...Bagaimanakah ??

Rabu, 11 Mei 2016

, , ,

Menjalankan Tugas Negara

Sejak Senin, 9 Mei 2016 lalu, saya harus bersiap lebih pagi dari hari-hari biasanya. Padahal dihari-hari biasanya memang sudah pagi persiapan untuk berangkat kerja. Tapi kali ini karena tugas negara yang sangat penting maka berangkat harus lebih pagi lagi. Kenapa ya....Menjadi Pengawas Ujian Nasional (UN) tahun 2016.
Kali ini saya bersama 3 orang rekan lainnya mendapat tugas untuk
mengawas ujian nasional di SMP Muhamadiyah 3 yang terletak si desa Gunung Raja kecamatan Rambang Dangku. Memang ini bukan pertama kali di tugaskan disana. Beberapa tahun yang lalu saya pernah ditugaskan si sana.
SMP Muhamadiyah 3 Gunung Raja ini sebenarnya tidak jauh letaknya. Namun ada sedikit kendala dengan akses jalan. Sejak surat perintah keluar saya dan rekan rekan sudah membayangkan trik untuk menuju ke lokasi sekolah ini. Kenapa begitu...? Seingat kami dulu akses jalan menuju sekolah ini  cukup sulit dilalui karena jalannya masih tanah merah, terlebih lagi jika hari hujan.
Tapi itu dulu...sekarang sejak hari senin lalu, kami dapat menjalankan tugas negara ini dengan baik dan lancar. Akses jalan yang kami takutkan, ternyata dapat di tempuh dengan cukup baik. Walaupun masih ada jalan yang belum begitu bagus, tapi sudah dapat dilewati dengan lancar. Akses jalan sudah banyak berubah lebih baik dibanding beberapa tahun yang lalu.
Bercerita sedikit tentang ujian nasional tahun ini berlangsung selama empat hari. Di mulai Senin 9 Mei 2016 hingga Kamis 12 Mei 2016. Seluruh peserta didik SMP se Indonesia mengikutinya. Baik yang menggunakan sistem tertulis maupun yang sudah mengunakan sistem ujian nasional berbasis komputer. Ujian Nasional juga tidak menjadi penentu kelulusan peserta didik. Kelulusan tetap ditentukan oleh sekolah masing-masing. Walapun demikian para peseta didik tetap harus mempersiapkan diri sebaik mungkin demi hasil yang baik dan demi masa depan.
Selamat menempuh Ujian Nasional tahun 2016 untuk seluruh anak didikku dan seluruh siswa Indonesia. Masa depan bangsa ada dipundakmu.
Continue reading Menjalankan Tugas Negara

Senin, 02 Mei 2016

Wajah Pendidikan Indonesia ?

Bagaimanakah wajah pendidikan di Indonesia sekarang ? Tentu kita semua mempunyai jawaban yang berbeda-beda. Bagi yang berada di daerah perkotaan tentu merasakan pendidikan yang baik bahkan sangat baik. Belajar dengan guru yang mempuni serta didukung dengan sarana dan prasana yang sangat baik pula. Di perkotaan para orang tua dapat memilih sekolah yang diinginkan untuk anaknya. Tapi bagaimana yang di daerah pedesaan atau daerah pinggiran...?

Tentu jawabannya akan berbeda pula. Masih banyak anak-anak yang berangkat ke sekolah berjalan kaki hingga berkilo-kilo meter, tak ada kendaraan yang dapat ditumpangi. Di tambah lagi penampakan gedung sekolah mereka yang kadang-kadang jauh dari kata nyaman dan layak untuk sebuah sekolah. Tidak perlu membayangkan sarana dan prasarana seperti perpustakaan, komputer serta penunjang lainnya, ada seorang guru saja yang hadir dan mengajar di kelas adalah sebuah nikmat yang tak terhingga. 

Sudah 70 tahun Indonesia merdeka, tapi pendidikan di Indonesia masih belum merata dan menyentuh seluruh anak Indonesia. Semoga pihak yang berwenang terutama pemerintah dapat mencari jalan keluarnya.
Selamat Hari Pendidikan. 2 Mei 2016. Indonesia Cerdas dambaan kita semua.
Continue reading Wajah Pendidikan Indonesia ?

Senin, 18 April 2016

,

Mengajak Siswa Menulis....Itu Sudah Biasa ??

Ha..ha..judul tulisannya biasa banget ya...Mengajak Siswa Menulis...!!
Pastilah sebagai guru mengajak siswa untuk menulis sudah sangat sering dilakukan bahkan wajib ya... tapi eiit yang ini lain..saya mengajak siswa saya untuk menulis melalui blog...alias menjadi seorang blogger.

Sudah tiga minggu ini saya mengajak dan menuntun para peserta didik saya terutama yang berada di kelas sembilan untuk mencurahkan isi hati, ide, pemikiran dan hobi mereka masing-masing dalam bentuk tulisan dalam sebuah blog. Gayung bersambut...mereka nampak antusias walaupun ada diantara mereka yang belum sama sekali mencoba menulis dan memiliki blog.

Dengan sedikit arahan dan pencerahan, akhirnya muncullah blogger-blogger baru yang suatu saat Insya Allah akan menjadi penulis yang handal dibidangnya masing-masing. Dari seratus dua orang kini siswa saya tersebut telah memiliki blog masing-masing yang berisi tulisan hasil karya mereka sendiri.

Dari sekian banyak blog yang tercipta berikut ini beberapa blog yang saya anggap cukup menarik. Yuk disimak...
  dan masih banyak lagi blog yang lainnya yang bercerita tentang beraneka ragam.

Continue reading Mengajak Siswa Menulis....Itu Sudah Biasa ??

Kamis, 17 Maret 2016

,

Sosialisasi UN 2016

Hari ini, Rabu, 16 Maret 2016 saya berkesempatan mendampingi wakil kepala sekolah untuk menghadiri kegiatan sosialisasi ujian nasional tahun 2016 di aula dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Muara Enim.
Kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh para kepala sekolah kabupaten muara enim ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim Bpk Drs . Muzzakar.
Dalam pengarahannya beberapa hal uang menarik dan perlu perhatian dalam lingkungan sekolah, yaitu
  1. Perlunya pendidikan wawasan kebangsaan kepada seluruh para peserta didik.
  2. Perlunya peningkatan aspek spiritual terhadap seluruh peserta didik.
  3. Perlunya peningkatan wawasan budaya nasional dan budaya daerah
  4. Perlunya peningatkatan literasi (budaya membaca dan menulis)
  5. Perlunya peningkatan keamanan internal dan lingkungan sekolah
  6. Perlunya pengawasan terhadap perilaku peserta didik terhadap tindakan penyimpangan perilaku seperti "bullying", penyimpagan seksual, kekerasan sesama peserta didik dll.
Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2016 yang jadwal pelaksanaannya dan prosedur operasional standar sudah diatur dalam Permendikbud No.57 Tahun 2015. Salinan permendikbud tersebut dapat didownload di sini.
POS UN 2015 / 2016
Continue reading Sosialisasi UN 2016

Rabu, 24 Februari 2016

,

Belajar Online

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat membuat hidup dan kehidupan seakan menjadi lebih mudah tak terkecuali di sektor pendidikan. Bisa kita lihat sekarang cara belajar para peserta didik kita dan anak-anak kita dirumah tak bisa lepas dari perangkat teknologi informasi dan komunikasi, baik berupa laptop, tablet, handphone dan smartphone. 

Dulu jikalau kita membutuhkan sebuah informasi kita biasanya datang ke perpustakaan atau membeli buku yang dibutuhkan untuk memperoleh informasi tersebut. Sekarang semua itu sudah sangat jarang dilakukan. Sekarang semua bisa dilakukan dimana saja dengan bantuan peralatan TIK. Maka cara belajar pun berubah. Dari belajar Offline menjadi belajar Online.

Di Indonesia sendiri belajar online sudah dimulai beberapa tahun yang lalu. Pemerintah Indonesia sendiri melalui kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bahkan membuat sebuah situs belajar.kemdikbud.go.id. Belum lagi ditambah banyak organisasi-organisasi yang peduli pendidikan membuat aplikasi-aplikasi yang diperuntukkan untuk belajar secara online misalnya, Quipper, Geschool, Kelaskita dan lain-lain.

Memang kalau kita simak banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan belajar secara onlien antara lain :

1. Fleksibilitas
Dengan sistem pembelajaran secara online, kita bisa belajar dimana saja dan kapan saja tanpa terikat waktu dan tempat.

2. Jangkauan lebih luas
Dengan belajar secara online, siapapun bisa mengikutinya. Kesempatan diberikan kepada siapa saja.

3. Independen
Dengan belajar online, kita tidak dipengaruhi oleh apapun artinya kesuksesan ada pada diri kita masing-masing. Karena kita bisa memilih sendiri kapan dan dimana ingin belajar serta dapat memilih sendiri sumber belajar.

4. Menghemat Biaya
Dengan belajar online, biaya yang dikeluarkan bisa dihemat. Tidak perlu mengeluarkan biaya trasportasi, biaya buku, biaya alat tulis dan biaya-biaya lain.

5.Mempermudah pemyimpanan dan penyebarluasan materi pelajaran
Dengan belajar online, materi-materi pelajaran dapat disimpan dengan mudah dengan menggunakan penyimpanan digital. Penyebarluasan materi pelajaran pun dapat dengan mudah dilakukan, seperti melalui email dan lain-lain.

Dengan kemudahan-kemudahan yang ditawarkan melalui belajar secara online sudah wajar rasanya jika kita semua para pendidik menerapkannya dalam kegiatan belajar mengajar. Kita bisa memanfaatkan media sosial yang digandrungi oleh anak-anak kita menjadi media online, bisa juga dengan menggunakan blog, serta aplikasi-aplikasi belajar online yang dapat diperoleh dengan mudah dan gratis di internet.  Go...Online...!!!
Continue reading Belajar Online

Selasa, 09 Februari 2016

,

Mengapa Pendidikan Sangat Penting ......?

Sebuah pertanyaan yang pasti sering disampaikan oleh kita para orang tua dan guru. Mengapa pendidikan sangat penting ?

Sebagaimana kita ketahui bahwa pendidikan adalah sebuah cara untuk memperoleh pengetahuan. Pendidikan adalah sebuah keharusan bagi setiap manusia, tidak peduli dari mana dia berasal. Pendidikan adalah dasar untuk menciptakan masyarakat beradab. Melek huruf dan pendidikan adalah dua hal yang berbeda. Mejadi melek huruf untuk bisa membaca dan menulis, sedangkan pendidikan menawarkan kemampuan berpikir. Lihat saja sekarang, setiap negara berinvestasi dan mengeluarkan dana yang banyak untuk memajukan pendidikan. Kenapa....? karena pendidikan membantu seseorang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, sejahtera dan menjadi manusia yang lebih baik. Setelah makanan, pakaian dan tempat tinggal, pendidikan telah mejadi kebutuhan bagi setiap masyarakat. Masyarakat yang berpendidikan membentuk tulang punggung pertumbuhan ekomoni dari sebuah negara. 
Berikut adalah poin penting dari pendidikan :
  1. Pendidikan membantu dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Manusia sebagai makhluk sosial diajarkan banyak hal seperti aturan, peraturan etika dasar dan cara berprilaku dengan orang lain. Pendidikan membantu dalam membangun masyarakat yang beradab, bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. Orang yang berpendidikan dapat membedakan antara yang benar dan salah. Orang-orang berpendidikan menyadari hak-hak dasar mereka, tugas dan menaati aturan hukum. 
  2. Pendidikan dapat membantu mencari nafkah yang lebih baik. Kualitas pendidikan yang baik adalah sebuah keharusan bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang layak bahkan tinggi. Jika dia seorang pebisnis dengan pendidikan yang baik dapat berpikir tentang tata cara membawa bisnisnya kedepan lebih baik. Pendidikan yang baik menawarkan kemandirian dalam hal keuangan dan mampu hidup sejahtera.
  3. Pendidikan membantu dalam memberikan kontribusi bagi bangsa. Pendidikan memainkan peran yang sangat penting dalam mengambil ekonomi di masa depan. Masyarakat yang berpendidikan dan mandiri secara ekonomi merupakan aset yang sangat berharga bagi sebuah negara.
  4. Pendidikan membawa keyakinan. Pendidikan membantu dalam membangun rasa percaya diri. Tidak hanya memberikan kemampuan dalam mengambil keputusan, tetapi juga membantu dalam mengkomunikasikan pikiran orang lain dalam cara yang lebih baik dan efektif.
  5. Meningkatkan kemampuan Penalaran. Manfaat terbesar dari pendidikan adalah pendidikan membawa seseorang untuk berpikir secara logis. tidak hanya mengikuti hal-hal yang berbau tahayul atau mistis. Orang berpendidikan dapat berpikir rasional dan membuat argumen yang berdasarkan pada penalaran ilmiah. Hal ini membuat kita menyadari hal-hal yang baru dan perkembangan yang terjadi di belahan dunia dan mampu mengimbangi dan mengikuti perkembangan teknologi.
Pendidikan membuat kita memperoleh dan merasa bahagia. Pendidikan adalah kunci untuk mencapai keberhasilan dalam setiap aspek kehidupan.

sumber : http://ezinearticles.com/expert/Richa_Khandel/1264321


Continue reading Mengapa Pendidikan Sangat Penting ......?

Kamis, 04 Februari 2016

,

Parenting Seminar " I'm Happy and Glowing"

Mengawali bulan Pebruari di tahun 2016 ini, kembali sekolah kami mendapatkan sebuah pencerahan tentang tata cara mengasuh, mengajar dan mendidik anak-anak dengan baik dan benar melalui sebuah seminar "parenting". Seminar ini terlaksana atas prakarsa Yayasan Pendidikan Tanjungenim Lestari, tempat sekolah kami bernaung dan dukungan penuh dari PT. Tanjungenim Lestari Pulp and Paper.

Seminar yang diberikan kepada kami para guru dan peserta didik kami yang sekarang duduk di kelas IX diharapkan dapat memberikan pencerahan pada tingkah laku, pola pikir dan mampu mengembangkan diri serta diharapkan siap dalam menghadapi ujian nasional tahun 2016 mengambil tema " I'm Happy and Glowing"

Pembicara dan pemateri pada seminar ini adalah Bunda Dra. Rustika Thamrin, S.Psi, Psikolog, CHT, CI, MTLT ahli Kedokteran Jiwa atau Psikolog dari Jakarta yang memang berpengalaman dalam penanganan masalah pertumbuhan dan perkembangan anak.

Seminar yang diisi dengan berbagai game dan tips untuk memberikan semagat kepada peserta didik kami dalam hal mengenal potensi diri, penanganan emosi dan peningkatan percara diri.




Continue reading Parenting Seminar " I'm Happy and Glowing"

Minggu, 24 Januari 2016

,

OMITS : Olimpiade Matematika ITS

Pagi ini, minggu 24 Januari 2016, seharusnya bersantai bersama keluarga, tapi saya tetap harus menjalankan tugas yang diberikan kepala sekolah bersama dua rekan guru matematika lainnya untuk mendampingi anak-anak didik mengikuti sebuah olimpiade matemtika yang diselengggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Matematika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. (ITS).

Olimpiade Matematika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (OMITS) kali ini adalah yang kedua kali kami ikuti. Sebuah olimpiade matematika bagi seluruh tingkatan pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi seluruh Indonesia. Pelaksanaan olimpiade yang menggunakan dua cara, Online dan Offline memberika kesempatan kepada seluruh peserta didik di Indonesia untuk dapat mengikutinya.

Dengan fasilitas internet yang kami miliki di sekolah kali ini kami kembali ikut berpartispasi dengan menurunkan tiga tim untuk tingkatan SMP. Selanjutnya bila lolos dari babak penyisihan secara online maka akan dilanjutkan ke babak semi final yang harus diikuti langsung di kampus ITS Sukolilo Surabaya. 

Bagaimana dengan yang offline, babak penyisihan di lakukan di masing-masing regional atau daerah penyelenggara. 

Olimpiade yang menyediakan total hadiah puluhan juta rupiah ini memang menarik untuk diikuti. Paling tidak merasakan dan mendapatkan pengalaman. 

Bagi yang belum tahu simak informasinya di http://omits.mathematics.its.ac.id/, siapa tahu tahun depan berminat untuk mengikuti karena OMITS diselenggarakan setiap tahun. 

Continue reading OMITS : Olimpiade Matematika ITS

Sabtu, 23 Januari 2016

,

Apakah Anak Anda Sudah Belajar dengan Benar ?

Saat ini para anak-anak kita, mungkin sebagian besar diantara mereka percaya bahwa mereka akan mendapatkan pekerjaan yang layak setelah selesai sekolah. Kenapa ? seiring dengan perkembangan dan reformasi ekonimi dunia yang mewajibkan bagi negara-negara didunia untuk bertanggung jawab untuk menyediakan lapangan kerja bagi warganya. Lihat saja sekarang, perkembangan sektor swasta yang terus meningkat dari tahun ke tahun yang menyebabkan peningkatan permintaan sumber daya manusia.

Kembali ke anak-anak kita, cobalah perhatikan mereka pada saat belajar dikelas...berapa banyak diatara mereka yang memperhatikan guru pada saat mengajar. Coba juga perhatikan pula mereka yang sudah lulus berapa banyak yang mengerti sebuah perintah dalam bahasa inggris. Hanya perintah...bukan bicara dalam bahasa inggris.

Anak-anak sekarang memang terlalu asyik menikmati kebebasan. Bebas dalam belajar, bebas bermain, bebas menggunakan perangkat teknologi, bebas menikmati hidup mereka. Kenapa begitu ? salah satu penyebabnya adalah akibat kesibukan kita para orang tua. Para orang tua lebih berkonsentrasi dalam hal ekonomi sehingga banyak diantara kita yang mengenyampingkan perhatian kepada anak-anak.

Bagaimana anak-anak kita belajar ? Banyak diantara mereka lebih tertarik belajar pada pusat-pusat tutorial yang ada di media cetak atau elektronik. Mereka tidak terlalu tertarik dan dan tidak berkonsentrasi di ruang kelas. Coba saja perhatikan masih ada beberapa peserta didik kita yang tidak hafal nama-nama guru mereka, nama orang tua mereka, pekerjaan orang tua mereka dan lebih parah lagi mereka tidak tahu arah masa depan mereka sendiri.

Banyak anak-anak kita yang lebih tertarik melihat tontonan telivisi yang semakin hari semakin banyak saluran yang menayangkan hal-hal yang kurang berguna bagi mereka. Para anak-anak didik kita tidak memanfaatkan banyaknya saluran informasi untuk perkembangan dan membangun pengetahuan diri.

Di lingkungan sekolah dan di dalam kelas mereka lebih banyak membicarakan tentang cara bermain game elektronik di HP, menonton olahraga, film dan chatting dengan teman-teman mereka.

Dalam mengikuti ujian atau ulangan akan terlihat anak-anak didik kita melakukan hal yang tidak patut, mencotek, menyalin dari pekerjaan teman, meminta jawaban, bertanya kepada pengawas ujian, dan lain-lain.

Harusnya para anak-anak didik kita harus memahami bahwa belajar semua mata pelajaran adalah hal sangat penting dan memiliki peran dominan dalam kehidupan masa depan mereka. Mereka membutuhkan bimbingan guru dan orang tua. Orang tua harus memberikan waktu untuk mengawasi dan menilai anak-anak mereka di rumah. Para guru tidak bisa merubah cara pikir dan tingkah laku anak didik sendirian.

Jika diabaikan dan tidak menerima bimbingan yang tepat, para anak-anak didik kita menjadi generasi yang gagal masa depannya.
Continue reading Apakah Anak Anda Sudah Belajar dengan Benar ?

Jumat, 22 Januari 2016

,

Arti Pendidikan Sebenarnya.....

Sejak berganti tahun rasanya sudah dua minggu tidak berbagi tulisan melalui blog ini, biasalah karena kesibukan di tempat mengajar dan kegiatan perusahaan yang semuanya membutuhkan perhatian, pikiran dan tenaga. Trus yang biasa mengganggu adalah sedang tidak adanya ide untuk ditulis.....hee biasa penyakit seorang blogger...krisis ide...

Kembali ke pendidikan sebagai hal yang dianggap penting dalam kehidupan manusia..ada sebuah pertanyaan yang ada dibenak kita..Pendidikan itu apa sih...?

Mengutip tulisan dari seorang yang penulis artikel pendidikan Tirumala Prasad, Pendidikan adalah Hidup. Ada banyak perbedaan antara berpendidikan dan tidak berpendidikan. Ada banyak contoh dalam kehidupan ini antara berpendidikan dan tidak berpendidikan. Seorang petani yang gagal panen akibat tidak tahu cara bercocok tanam, pemilihan benih dan budidaya pertanian yang baik. Contoh lain adalah banyak diantara kita para orang tua tidak dapat membimbing anak-anak menjadi pribadi yang baik, sukses dalam menjalani kehidupan. Banyak diantara anak kita yang drop out, karir yang tidak tepat, perilaku yang salah adalah beberapa akibat dari ketidaktahuan dan kurangnya pendidikan.

Dalam beberapa peristiwa yang pernah kita dengar dan kita lihat, kurangnya pendidikan menyebabkan rendahnya tingkat kesadaran akan pentingnya kesehatan. Banyak yang tidak tahu cara mencuci tangan yang benar, pola makan yang sehat.

Saat ini kualitas sumber daya manusia yang tinggi adalah syarat utama untuk membangun ekonomi dunia. Orang yang berpendidikan menjadi panutan bagi banyak orang. Banyak negara maju dikarenakan dukungan hasil penelitian dan riset ilmiah dari para orang-orang yang berpendidikan. Tidak seperti zaman kuno yang mengabaikan beberapa aspek kehidupan seperti pangan, sandang dan tempat tinggal dan lain-lain dan selalu bergantung dan mengikuti takhayul atau hal-hal yang mistis.

Dalam proses pendidikan itu sendiri kualitas tertentu harus dicapai seperti sikap, kemampuan, kesadaran, keberanian, perilaku, kreativitas, karakter, disiplin, efektifitas, efisiensi, kesetian, pikiran dan perbuatan baik, niat baik, kerja keras, kejujuran, rendah hati, inovatif, menyenangkan, cinta, keterampilan kepemimpinan, kekuatan mental, optimisme, kesabaran, tepat waktu, ketulusan, toleransi, kesoponan dan lain-lain.

Lembaga-lembaga pendidikan, pelaku pendidikan, peneliti dan pembuat kebijakan pendidikan pemerintah dan para guru haruslah intropeksi dan memastikan apakah para peserta didik yang ada sekarang akan menjadi pemimpin yang baik pada masa yang akan datang.

Intinya adalah Pendidikan adalah Hidup. Hidup adalah Pendidikan,.
Continue reading Arti Pendidikan Sebenarnya.....

Sabtu, 09 Januari 2016

Pendampingan K-13

Hari ini, 8 Januari 2016, saya dan rekan-rekan berkesempatan mengikuti kegiatan pendampingan Kurikulum 2013 yang bertempat di SMPN 1 Rambang Dangku Kab. Muara Enim.

Sebagaimana diketahui sekolah kami SMP Lematang Lestari ditunjuk sebagai salah satu sekolah yang terkena imbas pelaksanaan K-13 mulai tahun pelajaran 2016/2017 yang akan datang.

Kegiatan pendampingan Kurikulum 2013 ini saya bertindak sebagai Laboran bersama dengan rekan guru bahasa inggris, bahasa indonesia, prakarya, matematika, PJOK dan seni budaya.

Kegiatan pendampingan ini dikenal dengan istilah In Service dan On Service yang berlangsung sebanyak 4 lalu pertemuan.

Kegiatan pendampingan Kurikulum 2013 ini dibuka oleh Bpk. Sugiono, S.Pd.Fis, M.Si dan pemateri adalah dari tim pengembang kurikulum Kabupaten Muara Enim.

Continue reading Pendampingan K-13