Jumat, 09 September 2016

Video Kehidupan : Pensil Patah


Rekan-rekan guru dan para peserta didik, kali ini penulis coba berbagi sebuah video yang sangat menginspirasi kita semua. 
 
Film ini mengisahkan seorang anak dari Kampung Banyu yang serba kekurangan. ia hanya hidup berdua dengan emaknya. setiap hari pekerjaannnya hanya sebagai pemulung. Meski ia tidak sekolah tetapi ia memiliki semangat untuk belajar dalam lingkungan sebuah sekolah. Mudah-mudahan film ini menjadi inspirasi dalam dunia pendidikan.

Simak Videonya berikut ini.....selamat menyaksikan..


Continue reading Video Kehidupan : Pensil Patah

Senin, 22 Agustus 2016

,

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)

Hallo rekan-rekan guru dan para pelajar Indonesia semuanya...apa kabar ? semoga semuanya dalam keadaan sehat dan bahagia. Karena dengan sehat dan bahagia kita semua bisa menjalankan semua tugas kita dengan baik dalam kegiatan belajar dan mengajar.

Dua tahun terakhir pelaksanaan ujian nasional dilaksanakan dalam dua bentuk. Yang pertama dalam bentuk konvesional berbasis kertas dan yang dua berbasis komputer. Kedua bentuk basis ujian ini memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Tetapi dengan mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta "digitalisasi" semua aspek kehidupan maka dunia pendidikan sebagai basis ilmu pengetahuan mau tidak mau mengikuti arus ini termasuk salah satunya adalah pelaksanaan ujian.

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau disebust juga Computer Bases Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasinal dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Bases Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan (*unbk.kemdikbud.go.id)

Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Selanjutnya secara bertahap pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 556 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 Provisnsi dan Luar Negeri.
Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload)

Menyikapi UNBK ini, sekolah kami SMP Lematang Lestari yang pada tahun 2017 nanti ditunjuk juga sebagai salah satu sekolah yang pelaksanaan ujian nasionalnya menggunakan sistem berbasis komputer, sejak awal tahun pelajaran 2016/2017 ini sudah memulai persiapan. Salah satu yang perlu dan sangat penting dipersiapkan adalah fasilitas atau infrastruktur. Melihat keadaan infrastruk yang ada sekarang di sekolah kami dengan jumlah komputer 40 unit dengan spesifikasi Deskbook ADVAN All In One PC dengan processor Intel Core 2 Duo E7500 2,93 GHz, Memory RAM 2 GB DDR 3, Hardddisk 500 GB SATA, Display 17,3 Inch, WiFi serta 1 Unit Server Acer Altos T110-series dengan Processor Intel Xeon CPU E3-1220v3 @3,10 GHz dan Memory (RAM) 8,00 GB, Harddisk ST1000DM003-1ER162-1 T TB dengan sistem operasi Windows MultiPoint Server 2012 plus koneksi internet yang cukup stabil (disediakan oleh PT.Tel PP) dengan bandwidth 1 MB memang cukup memadai untuk menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer ini. Memang di sana-sini butuh perbaikan dan penambahan. 

Sebuah hal yang sangat penting juga untuk dipersiapkan adalah kemampuan para peserta didik kami dalam hal penggunaan dan pengetahuan tentang komputer. Secara garis besar para peserta didik kami terutama yang duduk di kelas IX memang sudah memahami penggunaan komputer melalui pelajaran TIK yang selama ini mereka dapatkan. Tapi tentu saja dengan sebuah hal baru mereka juga perlu untuk dilatih agar lebih siap menghadapi ujian nasional berbasis komputer ini.

 Suasana Pelatihan Ujian Berbasis Komputer SMP Lematang Lestari

Pihak sekolah dengan tanggap sudah mempersiapkan hal tersebut dengan bekerja sama dengan pihak ketiga atas saran dari Dinask Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim dan Provinsi Sumatera Selatan sudah membeli sebuah aplikasi yang dianggap mirip dengan aplikasi ujian nasional. Kami juga para guru sudah dilatih untuk menggunakan aplikasi tersebut. Pelatihan atau uji coba penggunaan aplikasi ujian berbasis komputer ini akan dimulai dengan ujian sekolah baik ulangan harian, ujian tengah semester, ataupun nantinya ujian-ujian lainnya. Diharapkan dengan pelatihan ini para peserta didik kami terutama yang berada di kelas IX sekarang siap menghadapi ujian nasional berbasis komputer (UNBK)


Continue reading Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)

Jumat, 12 Agustus 2016

Jumat, 29 Juli 2016

, ,

Kembali ke Sekolah

Aha....setelah libur semester genap tahun 2016 ditambah libur lebaran idul fitri 1437 H selasai...akhirnya kembali lagi ke sekolah. Banyak kegiatan dan tugas menanti di depan mata.

Hari pertama sekolah kali ini terasa begitu indah, kenapa ya ? Lihatlah disemua sekolah..kelihatan ramai sekali, wajah riang gembira dari para anak-anak dan para orang tua. Begitu juga dengan saya bisa merasakan hal yang sama, karena pada tahun ini saya punya kesempatan bisa mengantarkan dua anak saya masuk sekolah pada hari pertama. Sebuah hal yang sudah bertahun-tahun tidak bisa saya lakukan. Kok bisa ya....? ini semua terjadi karena ada perbedaan masuk sekolah antara tempat saya bertugas sebagai guru dengan hari pertama tempat kami kami sekeluarga tinggal. Antara tempat tinggal kami dan tempat tempat saya bertugas berbeda kabupaten/kota. Kami tinggal di kota Prabumulih sedangkan tempat saya mengabdi ada di kabupaten Muara Enim. Secara nasional hari pertama sekolah jatuh pada tanggal 18 Juli 2016, sedangkan tempat saya bertugas dimulai tanggal 25 juli 2016. Haa..memang suatu nikmat tak terkira bisa mengantarkan anak masuk sekolah....yang selama ini kedua anak saya hanya bisa diantar oleh ibunya saja....


Kembali ke sekolah....tugas pertama yang sudah menunggu adalah masa pengenalan sekolah bagi peserta didik baru. Untuk tahun pelajaran 2016 / 2017 ini, tiga hari pertama sekolah yang dulu dikenal dengan istilah masa orientasi siswa (MOS), sekarang diganti dengan nama Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi peserta didik baru sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016. Perbedaan mendasar pada masa pengenalan lingkungan sekolah ini dengan MOS yang terdahulu adalah dalam pelaksanaannya tidak boleh melibatkan para siswa-siswi senior, tetapi semua kegiatan dikukan oleh guru dengan penanggung jawab kegiatan adalah kepala sekolah. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi lagi per-plocoan terhadap peserta didik baru oleh para kakak kelas atau senior. Sebuah hal positif yang dikeluarkan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia.

Semoga saja dengan perubahan mendasar ini akan menjadikan para peserta didik menjadi lebih sopan dan santun, berakhlak baik, cinta sesama, dan lebih berbudaya dan berprestasi.

Selamat kembali ke sekolah dan selamat belajar untuk anak Indonesia.



Continue reading Kembali ke Sekolah

Rabu, 06 Juli 2016

Selasa, 14 Juni 2016

Sibuk di Akhir Semester

Tahun Pelajaran 2015/2016 segera berakhir. Seperti biasanya di akhir semester kegiatan yang biasa dilakukan adalah ujian kenaikan kelas bagi seluruh peserta didik.

Walaupun ini kegiatan yang rutin dilakukan, tetap saja menguras energi, mulai dari persiapan, pembuatan kisi-kisi soal, pengetikan naskah soal, penggandaan soal hingga distribusi soal. Semua guru dan pegawai tata usaha mengambil peran sesuai tugas masing-masing.

Tiba saat ujian setiap guru menerima tanggung jawab untuk menjadi pengawas ujian dilanjutkan dengan mengkoreksi lembaran jawaban peserta didik. Dan diakhiri dengan pengolahan nilai hingga penyerahan nilai kepada para wali kelas.

Ujian berakhir bukan berarti bisa bersantai. Para guru tetap menjalankan tugasnya menjadi pembina ataupun koordinator dalam kegiatan "class meeting", sebuah kegiatan yang berisi lomba antar siswa ataupun antar kelas. Hal ini dilakukan untuk memberikan refreshing kepada seluruh peserta didik yang telah menjalani kegiatan belajar selama satu tahun.

Satu lagi kegiatan yang tak kalah pentingnya pada akhir semester adalah kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru. Kegiatan ini juga cukup menyita waktu dan tenaga. Semua hal.harus dilakukan secara cermat dan tepat. Hingga didapat hasil yang maksimal.

Jika semua kegiatan tersebut sudah selesai apakah para guru bisa bersantai. Haa..ternyata profesi guru yang belakangan ini dianggap sebagai musuh oleh sebagian para orang tua, tidak bisa menikmati rasa santai itu...karena diwaktu semua peserta didik libur, para guru harus menyelesaikan program kegiatan belajar mengajar untuk tahun pelajaran berikutnya.

Begitu banyak tugas guru demi mencerdaskan anak bangsa. Walapun penghargaan terhadap guru belum terasa.

Walau demikian mari para guru tetaplah menjadi guru yang mampu memberikan manfaat bagi semua anak-anak kita. Setiap ilmu yang kita berikan adalah pelita bagi mereka dan Allah menjamin kita dengan surga.

Continue reading Sibuk di Akhir Semester

Kamis, 09 Juni 2016

Setiap Orang Beda Cita & Rasa..

Judul tulisan ini mengambil cerita motivasi yang sering dibagikan si media sosial atau media lainnya sebagai pemberi semangat kepada semua orang. Kalo dah tau silahkan dibaca ulang atau dibagikan lagi kepada yang lain biar lebih banyak lagi orang yang semangat menghadapi beban kehidupan....yuk simak ceritanya berikut ini...

Ada seorang pria, tidak lolos ujian masuk universitas, orang tuanya pun menikahkan ia dengan seorang wanita.

Setelah menikah, ia mengajar di sekolah dasar. Karena tidak punya pengalaman, maka belum satu minggu mengajar sudah dikeluarkan.

Setelah pulang ke rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu di dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada orang yang tidak bisa menuangkannya. Tidak perlu bersedih karena hal ini. mungkin ada pekerjaan yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."

Kemudian, ia pergi bekerja keluar, juga dipecat oleh bosnya, karena gerakannya yang lambat.

Saat itu sang istri berkata padanya, kegesitan tangan-kaki setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, dan kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?

Kemudian ia bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun, semuanya gagal di tengah jalan.

Namun, setiap kali ia pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.

Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.

Kemudian, ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya ia bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.

Ia sudah menjadi bos yang memiliki harta kekayaan berlimpah.

Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, bahwa ketika dirinya sendiri saja sudah merasakan masa depan yang suram, mengapa engkau tetap begitu percaya kepada ku?

Ternyata jawaban sang istri sangat polos dan sederhana.

Sang istri menjawab: sebidang tanah, tidak cocok untuk menanam gandum, bisa dicoba menanam kacang, jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, bisa ditanam buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam pasti bisa berbunga. karena sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pasti bisa menghasilkan panen dari nya.

Mendengar penjelasan sang istri, ia pun terharu mengeluarkan air mata. Keyakinan kuat, katabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit yang unggul;

Di dunia ini tidak ada seorang pun yg sampah. hanya saja tidak ditempatkan di posisi yang tepat.

Continue reading Setiap Orang Beda Cita & Rasa..

Jumat, 27 Mei 2016

, ,

Mendidik Anak di Era Digital...Bagaimanakah ??

Tak bisa dipungkiri perkembangan teknologi informasi dan komuikasi yang semakin cepat dan canggih membawa dampak yang serius terhadap perkembangan anak didik dan cara belajar. Dulu kita yang lahir di tahun 1970-an dan 1980-an proses perkembangan diri, mulai dari sikap, tingkah laku, spiritual hanya bisa didapat dari orang tua, dari guru, dan lingkungan yang masih mengutamakan norma dan aturan yang dilandasi nilai-nilai luhur. Belum ada sumber lain yang sangat mempengaruhi cara belajar dan pola pikir.

Tapi sejak generasi tahun 1990-an dan terlebih generasi yang lahir di tahun 2000-an, pola pendidikan dan cara belajar serta penanaman pola pikir begeser sangat signifikan. Cobalah perhatikan anak-anak kita masing-masing di rumah. Bagaiamana cara mereka belajar ? Bagaimana cara mereka bersikap ? Bagaimana cara mereka berucap ? dan Bagaimana aktifitas spritual mereka ? 

Dari banyak pertanyaan tadi, tentulah kita bisa sedikit menjawabnya. Salah satu jawaban yang bisa kita temui adalah dampak dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang tanpa batas. Isitilah kerennya biasa disebut Dampak Digital, sehingga banyak di media sosial anak-anak kita sekarang disebut generasi digital.

Saya sendiri selaku orang yang selama 20 tahun terakhir berkecimpung di dunia teknologi informasi dan komunikasi cukup menyadari hal ini. Pola perkembangan anak yang dipengaruhi oleh dunia digital ini sangat-sangat berpengaruh terhadap perkembangan pola pikir, tingkah laku, dan semua aspek lainnya. Anak-anak lebih suka belajar sambil mendengar musik, sambil nonton dan belajar di luar rumah (warnet*) dengan alasan lebih mudah. Anak-anak berpakaian dengan berbagai gaya mencontoh para artis idola yang mereka tonton di media elektronik.

Lalu dimanakah peran orang tua ?
Menghadapi persoalan ini banyak orang tua yang sebenarnya sadar bahwa aspek digital ini bisa membawa manfaat baik bagi anak-anak. sehingga tidak sedikit orang tua yang "mampu dan berusaha" menyediakan berbagai perangkat digital untuk anak-anak mereka. Begitu juga sang anak pun merasa bangga karena memiliki berbagai perangkat tersebut untuk menunjang gaya digital mereka. 

Sebagaimana diketahui teknologi informasi dan komunikasi bagaikan dua mata pisau. Satu sisi bisa membawa manfaat besar dan disisi lain bisa membawa dampak negatif yang besar juga. Sisi posisi positif perangkat digital adalah dapat membantu segala macam pekerjaan dan memberikan kemudahan. Disisi negatif digitalisasi memberikan dampak yang mengerikan juga. Cobalah lihat dan dengar banyak kejadian yang terekspos di media mengenai pencabulan, pemerkosaan, pencurian, penipuan dan kejahatan lainnya yang diakibatkan karena kemudahan penggunaaan teknologi informasi dan komunikasi. 

Melihat ini bagaimana sikap kita seharusnya ? 
Peran orang tua dalam hal ini memang sangat signifikan. Pengawasan terhadap anak-anak kita yang menggunakan perangkat digital sangat diperlukan. Tapi bisakah kita setiap waktu mengawasi anak-anak kita menggunakan perangkat digitalnya ? Ingat ya... perangkat digital itu bukan hanya handphone...
Lalu ketika mereka di luar rumah bagaimana pengawasannya ? tentu sulit kan...bagaimana ketika di sekolah ? tentu guru yang menjadi pengawasnya. Tapi bisakah guru mengawasi semua muridnya satu per satu ? tentu sangat sulit juga. 

Untuk diketahui sejak kurikulum KTSP diterapkan ada sebuah mata pelajaran yang digunakan khusus untuk mempelajari teknologi informasi dan komunikasi. Mata pelajaran ini disambut dengan antusias oleh dunia pendidikan sejak diterapkan diawal tahun 2003. Dunia sekolah seakan bergairah dengan adanya digitalisasi ini. TIK menjadi pencerah, pembimbing dan penyeimbang pengunaan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam mata pelajaran ini selain diberikan materi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi juga diberikan tata cara pemanfaatannya dengan benar. Di pelajaran TIK anak-anak diberikan apa saja dampak negatif penggunaan TIK dan resiko yang akan dihadapi jika menyalahgunakan TIK. Tapi sayang seribu sayang mata pelajaran ini yang diharapkan sebagai penyaring dan penyeimbang penggunaan TIK didalam kurikulum 2013 ditiadakan dan hanya dianggap sebagai "tools" dan gurunya dijadikan "pembimbing" jika ada murid yang mengalami kesulitan.

Lalu bagaimana menjawab pertanyaan seperti yang ada pada judul tulisan ini ?
Saya mohon pendapat rekan-rekan semuanya untuk menjawabnya dan minimal bisa memberi pencerahan kepada kita semua. Bukankah ini masalah kita semua ? serta tanggung jawab kita bersama.






Continue reading Mendidik Anak di Era Digital...Bagaimanakah ??

Rabu, 11 Mei 2016

, , ,

Menjalankan Tugas Negara

Sejak Senin, 9 Mei 2016 lalu, saya harus bersiap lebih pagi dari hari-hari biasanya. Padahal dihari-hari biasanya memang sudah pagi persiapan untuk berangkat kerja. Tapi kali ini karena tugas negara yang sangat penting maka berangkat harus lebih pagi lagi. Kenapa ya....Menjadi Pengawas Ujian Nasional (UN) tahun 2016.
Kali ini saya bersama 3 orang rekan lainnya mendapat tugas untuk
mengawas ujian nasional di SMP Muhamadiyah 3 yang terletak si desa Gunung Raja kecamatan Rambang Dangku. Memang ini bukan pertama kali di tugaskan disana. Beberapa tahun yang lalu saya pernah ditugaskan si sana.
SMP Muhamadiyah 3 Gunung Raja ini sebenarnya tidak jauh letaknya. Namun ada sedikit kendala dengan akses jalan. Sejak surat perintah keluar saya dan rekan rekan sudah membayangkan trik untuk menuju ke lokasi sekolah ini. Kenapa begitu...? Seingat kami dulu akses jalan menuju sekolah ini  cukup sulit dilalui karena jalannya masih tanah merah, terlebih lagi jika hari hujan.
Tapi itu dulu...sekarang sejak hari senin lalu, kami dapat menjalankan tugas negara ini dengan baik dan lancar. Akses jalan yang kami takutkan, ternyata dapat di tempuh dengan cukup baik. Walaupun masih ada jalan yang belum begitu bagus, tapi sudah dapat dilewati dengan lancar. Akses jalan sudah banyak berubah lebih baik dibanding beberapa tahun yang lalu.
Bercerita sedikit tentang ujian nasional tahun ini berlangsung selama empat hari. Di mulai Senin 9 Mei 2016 hingga Kamis 12 Mei 2016. Seluruh peserta didik SMP se Indonesia mengikutinya. Baik yang menggunakan sistem tertulis maupun yang sudah mengunakan sistem ujian nasional berbasis komputer. Ujian Nasional juga tidak menjadi penentu kelulusan peserta didik. Kelulusan tetap ditentukan oleh sekolah masing-masing. Walapun demikian para peseta didik tetap harus mempersiapkan diri sebaik mungkin demi hasil yang baik dan demi masa depan.
Selamat menempuh Ujian Nasional tahun 2016 untuk seluruh anak didikku dan seluruh siswa Indonesia. Masa depan bangsa ada dipundakmu.
Continue reading Menjalankan Tugas Negara

Senin, 02 Mei 2016

Wajah Pendidikan Indonesia ?

Bagaimanakah wajah pendidikan di Indonesia sekarang ? Tentu kita semua mempunyai jawaban yang berbeda-beda. Bagi yang berada di daerah perkotaan tentu merasakan pendidikan yang baik bahkan sangat baik. Belajar dengan guru yang mempuni serta didukung dengan sarana dan prasana yang sangat baik pula. Di perkotaan para orang tua dapat memilih sekolah yang diinginkan untuk anaknya. Tapi bagaimana yang di daerah pedesaan atau daerah pinggiran...?

Tentu jawabannya akan berbeda pula. Masih banyak anak-anak yang berangkat ke sekolah berjalan kaki hingga berkilo-kilo meter, tak ada kendaraan yang dapat ditumpangi. Di tambah lagi penampakan gedung sekolah mereka yang kadang-kadang jauh dari kata nyaman dan layak untuk sebuah sekolah. Tidak perlu membayangkan sarana dan prasarana seperti perpustakaan, komputer serta penunjang lainnya, ada seorang guru saja yang hadir dan mengajar di kelas adalah sebuah nikmat yang tak terhingga. 

Sudah 70 tahun Indonesia merdeka, tapi pendidikan di Indonesia masih belum merata dan menyentuh seluruh anak Indonesia. Semoga pihak yang berwenang terutama pemerintah dapat mencari jalan keluarnya.
Selamat Hari Pendidikan. 2 Mei 2016. Indonesia Cerdas dambaan kita semua.
Continue reading Wajah Pendidikan Indonesia ?

Senin, 18 April 2016

,

Mengajak Siswa Menulis....Itu Sudah Biasa ??

Ha..ha..judul tulisannya biasa banget ya...Mengajak Siswa Menulis...!!
Pastilah sebagai guru mengajak siswa untuk menulis sudah sangat sering dilakukan bahkan wajib ya... tapi eiit yang ini lain..saya mengajak siswa saya untuk menulis melalui blog...alias menjadi seorang blogger.

Sudah tiga minggu ini saya mengajak dan menuntun para peserta didik saya terutama yang berada di kelas sembilan untuk mencurahkan isi hati, ide, pemikiran dan hobi mereka masing-masing dalam bentuk tulisan dalam sebuah blog. Gayung bersambut...mereka nampak antusias walaupun ada diantara mereka yang belum sama sekali mencoba menulis dan memiliki blog.

Dengan sedikit arahan dan pencerahan, akhirnya muncullah blogger-blogger baru yang suatu saat Insya Allah akan menjadi penulis yang handal dibidangnya masing-masing. Dari seratus dua orang kini siswa saya tersebut telah memiliki blog masing-masing yang berisi tulisan hasil karya mereka sendiri.

Dari sekian banyak blog yang tercipta berikut ini beberapa blog yang saya anggap cukup menarik. Yuk disimak...
  dan masih banyak lagi blog yang lainnya yang bercerita tentang beraneka ragam.

Continue reading Mengajak Siswa Menulis....Itu Sudah Biasa ??